Pages

Labels

Label

Label

Label

Label

Label

Label

Label

Label

Supported by BlogRKI

Cari Blog Ini

Sabtu, 06 November 2010

Jiwa-Jiwa yang Amanah

Setangkup harapan dititipkan, dari hati yang percaya akan amanah. Lalu senyum pun tersungging, seiring pesan yang hendak disampaikan, “aku percaya padamu”.


Dalam perjalanan, begitu banyak godaan. Kadang melenakan dan menyesaatkan. Tak mustahil setangkup harapan yan dititipkan terlupakan. Terkubur rayuan yang makin menumpuk, seiring jaman.
Tapi tidak bagi jiwa-jiwa yang amanah, setangkup harapan tidak disimpan tuk menjadi beban pundaknya, melainkan terletak kuat dihatinya, terekat kuat diingatannya, dan dijadikannya bagian dari ketulusan yang harus di emban.


Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa-jiwa yang telah menetapkan arah.  Jiwa-jiwa yang amanah, sangat paham akan alasan ditetapkannya manusia sebagai khalifah.
Pun begitu dalam kehidupan antar sesama, bahwa setangkup harapan tak boleh dimatikan. Karena kepercayaan tak mudah tuk didapatkan namun mudah tuk dihilangkan.

Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa yang mengenal Tuhannya. Semoga kita bisa.


0 komentar:

Posting Komentar